Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Januari 2010

Gerhana Matahari Cincin Tanggal 15 Januari 2010

GERHANA matahari pada 15 Januari 2010 merupakan gerhana matahari cincin (annular), yaitu bundaran bulan tidak sepenuhnya menutupi matahari sehingga masih tersisa bagian yang bercahaya, yang mengesankan seperti cincin.




Namun di Indonesia, gerhana ini hanya akan nampak sebagai gerhana matahari sebagian (parsial), karena umbra gerhana hanya melintas di wilayah Afrika timur, India selatan dan Sri Lanka, Myanmar dan China bagian tengah. Di Indonesia, gerhana ini hanya bisa disaksikan di seluruh Pulau Sumatra, Kalimantan, serta sebagian Jawa dan Sulawesi.

Gerhana ini terjadi saat matahari di langit barat dilihat dari segenap wilayah Jawa Tengah dan seluruh tahapannya, yakni kontak awal, puncak serta kontak akhir bisa diamati sepenuhnya.

Puncak gerhana terjadi di antara jam 15:19- 15:23 WIB, bergantung pada lokasinya. Pada saat puncak, matahari akan nampak benjol (robek) sedikit di bagian kanan bawah (sisi utara).

Mengingat Jawa Tengah berdekatan dengan garis marginal gerhana maka durasi dan magnitude gerhana, yakni persentase ketertutupan matahari oleh bulan, menjadi berbeda-beda di setiap lokasi.

Magnitude gerhana ini sangat kecil, maksimal hanya 4 % (Brebes) dan cenderung menurun begitu beranjak ke timur. Demikian pula durasinya. Wonogiri menjadi wilayah dengan karakteristik gerhana paling minimal, yaitu durasinya hanya 24 menit dengan magnitude 0,9 % seperti disajikan dalam tabel berikut ini:

Karena durasinya bervariasi, maka bagi umat Islam terdapat situasi kondisional untuk menunaikan ibadah shalat sunah gerhana matahari.

Geometri gerhana matahari ini mirip dengan gerhana matahari cincin 27 Januari 632 yang bersejarah, karena terjadi bersamaan dengan wafatnya Ibrahim, putra Rasulullah SAW dari istri Mariah Qibthiyah dan menjadi sebab diturunkannya perintah melaksanakan shalat sunah gerhana.

Pada saat itu lintasan umbra berbentuk hampir sama dengan lintasan umbra gerhana matahari cincin 2010 ini, hanya saja lokasinya sedikit bergeser ke utara dengan melintasi Semenanjung Arabia bagian selatan.


Sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2009/12/28/92940/18/Gerhana-Matahari-15-Januari-2010


Baca Selengkapnya...

Sabtu, 02 Januari 2010

Pada Januari 2010 Akan Terjadi 3 Keajaiban Antariksa Sejak Ribuan Tahun

Hari pertama Tahun Baru 2010, selama Tahun Baru tersebut akan terjadi gerhana bulan parsial, para astronom mengatakan ini adalah peristiwa yang pertama sejak ribuan tahun terakhir. Selain itu, dalam 15 hari pertama Tahun Baru, orang-orang masih bisa melihat hujan meteor, serta akan melihat pemandangan ajaib dari gerhana matahari yang langka sejak ribuan tahun.

Menurut berita koran South East Express, Pan Xiaoqing Wakil Sekretaris Jenderal Astronomi Masyarakat Province Fujian mengatakan bahwa 2009 sampai 2010, bulan, bumi dan matahari tiga planet bertepatan bergerak ke posisi yang memudahkan terjadinya fenomena langit, sehingga dalam dua tahun beberapa keajaiban astronomi akan terjadi. Selain itu, ia telah melakukan pengamatan keajaiban astronomi dan memberikan peringatan dan pedoman yang relevan.



Pemandangan gerhana bulan pada 1 Januari

Gerhana parsial bulan sekali ini akan terjadi dari jam 02:51 hingga pada jam 3:22 pada tanggal 1 Januari mencapai maksimum gerhana, pada jam 3:54 akan ber-akhir, seluruh proses akan berlangsung satu jam.

Panduan Observasi: saat itu melihat gerhana bulan tanpa memerlukan langkah-langkah untuk mengurangi cahaya, asalkan cuaca baik, bisa melihatnya langsung menggunakan mata telanjang. Perlu diingatkan bahwa dalam satu jam sebelum gerhana, karena bayangan bumi menutupi bulan, cahaya bulan akan redup, tidak secerah sebelum adanya bayangan Bumi. Setelah lebih dari satu jam saat berakhirnya gerhana bulan, juga akan terjadi hal yang sama. "Pada saat seperti ini para pecinta fotografi perlu memperbesar eksposur waktu yang tepat."

Terjadi hujan meteor pada 3 Januari

Setelah selesai mengamati "anjing langit makan Bulan", selanjutnya masyarakat juga bisa menikmati hujan meteor dari rasi bintang kuno. Seperti konstelasi bintang Quadrantids yang berdekatan dengan draco yang biasanya jarang disebut-sebut. Pada 3 Januari jam 20:00 - 24:00, diprediksikan pada konstelasi bintang tersebut ada ledakan hujan meteor pendek yang intensif. Selama waktu ini, puncak lalu lintas mencapai 120 butir per jam.

Panduan Observasi: Pada periode ledakan hujan meteor, jumlah hujan meteor diperkirakan mencapai puluhan hingga ratusan butir per jam. Disarankan agar para pengamat pergi jauh dari kota, jauh dari segala macam sumber cahaya buatan, mampir di pinggiran kota di puncak sebelah utara untuk menghitung jumlah bintang.

Gerhana cincin matahari pada 15 Januari

Pada 15 Januari masih ada satu kali lagi gerhana matahari. Ini adalah gerhana matahari cincin yang pertama kali sejak 22 tahun di China, juga adalah gerhana cincin matahari terpanjang di dunia selama 1.000 tahun. Di China yang pertama kali melihat gerhana cincin matahari adalah Propinsi Yunnan, dan kemudian Guizhou, Sichuan, Chongqing, Hunan, Shaanxi, Hubei, Henan, Anhui, Jiangsu, terakhir matahari terbenam Peninsula Shandong, total lebih dari 11 provinsi dan kota. Karena cincin itu sangat luas, kelangsungannya juga sangat lama, sangat jarang.

Perubahan rumit dalam fenomena langit tidak ragu-ragu lagi akan memberikan topik riset yang sangat baik kepada para astronom. Selain itu, dipandang dari catatan buku kuno, perubahan fenomena alam berkaitan erat dengan perubahan umat manusia.

Dalam Buku Perubahan China "Yi Jin" dikatakan, "Langit tergantung pada fenomena, nasib baik atau buruk, seperti orang-orang kudus tergantung padanya."

"Kita melihat astronomi, dalam rangka untuk mendeteksi perubahan waktu yang berbeda-beda."

Orang zaman dulu menganggap "langit dan manusia sepadan," "Langit dan Manusia bersatu," dengan mengamati perubahan fenomena langit dapat menyimpulkan apa yang akan terjadi pada umat manusia. Jika manusia mengikuti perubahan langit, "langit" adalah lambang keberuntungan, pada dunia manusia pasti panen berlimpah-ruah, cuaca baik, hujan dan angin normal, masyarakat tenang dan damai. Bila kelakuan manusia berlawanan dengan langit, melakukan hal buruk, "langit" akan memberi pertanda buruk, bumi akan kering hujan kurang, bencana banjir, kekacauan, pemberontakan terjadi dan lain-lain.
Oleh sebab itu, masyarakat kuno sangat memperhatikan pengamatan fenomena langit

Baca Selengkapnya...

Senin, 23 November 2009

Untaian Mutiara Kosmik

Teleskop antariksa Herschel baru-baru ini telah menyajikan pemandangan spektakular dari kabut gas yang terbentang di dekat bidang galaksi Bima Sakti. Citra yang diambil mengungkapkan adanya aktifitas yang intens dan tak terduga. Daerah yang gelap dan dingin dengan titik-titik tempat bintang dilahirkan ibarat untaian mutiara kosmik.

Pada 3 September lalu, Herschel diarahkan ke suatu reservoir kabut gas dingin di konstelasi Salib Selatan (Southern Cross) di dekat bidang galaksi. Saat teleskop tersebut memindai langit, perangkat Spectral and Photometric Imaging REceiver, SPIRE, dan Photoconductor Array Camera and Spectrometer, PACS mengambil sejumlah citra dari daerah yang terletak di sekitar 60° dari pusat galaksi, ribuan tahun cahaya dari bumi.

Lima panjang gelombang inframerah telah dikodekan dalam bentuk warna-warni untuk memungkinkan para ilmuwan membedakan material yang sangat dingin (merah) dengan lingkungan sekitarnya yang sedikit lebih hangat (biru).

Citra ini mengungkap struktur pada material di Galaksi kita, dalam bentuk yang belum pernah disaksikan sebelumnya. Bahkan sebelum ada analisis yang lebih rinci, para ilmuwan telah mengumpulkan informasi mengenai kuantitas material, massa, temperatur, komposisi, dan apakah struktur tersebut sedang runtuh untuk membentuk bintang-bintang baru.




Citra dari instrumen SPIRE (atas) dan PACS (bawah) yang diambil oleh teleskop Herschel (Gambar: ESA)

Bahwa area yang gelap dan dingin semacam ini ternyata penuh dengan aktifitas adalah hal yang tak terduga. Namun citra-citra itu juga mengungkapkan adanya gejolak yang mengejutkan: material antarbintang berkondensasi menjadi filamen yang memalar (continous) dan saling terhubung yang berpendar dari cahaya yang dipancarkan oleh bintang-bintang yang baru lahir pada berbagai tingkat perkembangan. Galaksi kita adalah galaksi yang secara konstan melahirkan bintang-bintang generasi baru.

Bintang-bintang terbentuk dari lingkungan yang digin dan padat, dan dalam citra-citra tersebut, mudah untuk menemukan tempat dimana terdapat filamen bintang yang tengah membentuk, suatu pekerjaan yang sangat sulit untuk dilakukan pada citra dengan panjang gelombang tunggal.

Biasanya, dalam daerah yang penuh sesak semacam ini, terletak di bidang galaksi kita dan mengandung banyak kabut molekular sejauh mata memandang, para astronom akan mengalami kesulitan untuk melihat secara lebih detail. Namun instrumen inframerah Herschel yang canggih memudahkan pekerjaan itu, melihat kedalam kabut yang suram dalam cahaya kasatmata, dan menyaksikan pendar dari debu itu sendiri. Observasi ini tidak mungkin untuk dilakukan dengan peralatan yang berbasis di darat.

Hasilnya adalah pemandangan dari struktur jejaring filamen yang menakjubkan, dan fitur-fitur yang mengindikasikan rantai peristiwa formasi bintang yang hampir simultan, gemerlap laksana rangkaian mutiara, jauh di kedalaman galaksi kita. (www.esa.int)

Sumber: http://ias.dhani.org/2009/10/04/untaian-mutiara-kosmik/
Baca Selengkapnya...